Review & Perbandingan Console Game 2024: PS5 vs Xbox Series X

Duel Raksasa: Mana Console yang Benar-Benar Worth It di 2024?

Dua tahun setelah keduanya resmi beredar di pasaran Indonesia, pertanyaan itu masih terus muncul di forum gaming dan grup WhatsApp: PlayStation 5 atau Xbox Series X? Bukan pertanyaan basi — justru makin relevan karena harga sudah mulai stabil dan pilihan game library-nya sudah jauh lebih matang dibanding saat peluncuran.

Artikel ini bukan sekadar membandingkan spesifikasi kertas. Kita bahas pengalaman nyata, ekosistem, harga jangka panjang, dan siapa yang sebaiknya memilih mana.


Performa & Hardware: Setara di Atas Kertas, Beda di Praktik

Secara teknis, keduanya menggunakan GPU berbasis RDNA 2 dari AMD dan CPU Zen 2. PS5 hadir dengan 10.28 teraflops, sementara Xbox Series X sedikit unggul di angka 12 teraflops. Tapi angka itu tidak otomatis berarti Xbox lebih kencang dalam praktiknya.

Yang membuat PS5 unggul adalah SSD custom-nya. Loading time di PS5 bisa dua hingga tiga kali lebih cepat dibandingkan Xbox Series X untuk judul game yang sama. Ini bukan klaim marketing — banyak channel YouTube teknologi sudah membuktikannya lewat benchmark nyata.

Xbox Series X lebih unggul dalam hal backward compatibility. Koleksi game dari era Xbox Original, Xbox 360, hingga Xbox One hampir semuanya bisa dimainkan. PS5 hanya mendukung sebagian besar game PS4, dengan dukungan PS3 ke bawah yang sangat terbatas.


Game Library: Ini yang Paling Menentukan

Kalau bicara eksklusif, Sony masih jadi jawaranya. God of War Ragnarök, Spider-Man 2, Demon’s Souls, hingga Final Fantasy XVI (meski timed exclusive) — semuanya menawarkan pengalaman yang tidak bisa ditemukan di platform lain. Kualitas produksinya konsisten tinggi.

Xbox di sisi lain memilih strategi berbeda. Lewat Game Pass, mereka menawarkan akses ke ratusan judul — termasuk game hari pertama dari Bethesda, Activision Blizzard (setelah akuisisi), dan banyak studio first-party lain. Bagi gamer kasual atau yang suka eksplorasi banyak judul, ini bisa jauh lebih hemat.

Perlu dicatat juga, beberapa komunitas gaming Indonesia yang aktif di platform seperti admin77 juga mulai mendiskusikan tren bermain game konsol yang dikombinasikan dengan aktivitas hiburan digital lainnya — menunjukkan bahwa ekosistem gaming makin luas dan tidak berdiri sendiri.


Harga & Ekosistem Jangka Panjang

Di Indonesia, PS5 Disc Edition dijual di kisaran Rp 8–9 juta, sementara Xbox Series X berada di rentang yang serupa. Yang membedakan adalah biaya jangka panjang:

PS5:

  • PlayStation Plus Essential: ~Rp 100.000/bulan
  • Game AAA baru: Rp 800.000 – Rp 1.200.000 per judul
  • Tidak ada game day-one di subscription tier murah

Xbox Series X:

  • Game Pass Ultimate: ~Rp 150.000/bulan
  • Game first-party langsung masuk Game Pass di hari pertama
  • Bisa main di PC dan cloud gaming juga

Jika kamu tipe gamer yang membeli 4–6 game baru per tahun, Xbox dengan Game Pass jauh lebih ekonomis. Tapi kalau kamu sudah punya koleksi PS4 dan setia pada franchise Sony, upgrade ke PS5 lebih masuk akal.


Desain & Fitur Tambahan: Selera Berbeda

PS5 hadir dengan kontroler DualSense yang menghadirkan haptic feedback dan adaptive trigger — fitur yang benar-benar terasa saat bermain game seperti Returnal atau Astro’s Playroom. Ini bukan gimmick, ini pengalaman yang mengubah cara kamu merasakan game.

Xbox Series X tampil lebih konservatif dengan desain “kulkas hitam” yang banyak dijadikan bahan meme. Tapi justru form factor ini ramah penempatan — bisa berdiri vertikal maupun horizontal tanpa masalah ventilasi serius. Kontrolernya pun tetap salah satu yang paling ergonomis di industri.


Jadi, Pilih Mana?

Rekomendasi sederhana:

  • Pilih PS5 jika kamu penggemar franchise Sony (Horizon, God of War, Gran Turismo), suka pengalaman single-player sinematik, dan tidak keberatan membeli game secara individual.
  • Pilih Xbox Series X jika kamu gamer kasual hingga menengah yang ingin banyak pilihan tanpa keluar uang besar setiap bulan, atau kalau kamu juga main di PC Windows.

Tidak ada jawaban universal. Tapi dengan library yang sudah mature di 2024, keduanya sudah layak dibeli — bukan lagi “console dengan potensi” melainkan “console yang sudah membuktikan diri.”

Yang jelas, debat PS vs Xbox tidak akan selesai dalam waktu dekat. Dan itu justru yang membuat industri gaming tetap menarik untuk diikuti.